Zubir Said lahir pada 22 Juli 1907 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Dari keluarga sederhana Minangkabau, musik adalah bagian hidupnya sejak kecil. Ia belajar alat musik tradisional Minang sekaligus alat musik modern. Hidup di era kolonial mendorong Zubir untuk merantau ke Singapura, di mana ia bekerja dengan studio film seperti Shaw Brothers dan Cathay Keris, menciptakan lebih dari 1.500 lagu.
Puncak kariernya adalah menciptakan Majulah Singapura pada 1958, lagu yang resmi menjadi lagu kebangsaan Singapura pada 1959. Ia menolak imbalan materi, lebih menghargai penghormatan sebagai seniman. Zubir wafat pada 16 November 1987 di Singapura.
Timeline Singkat Zubir Said
1907: Lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat
1958: Menciptakan Majulah Singapura
1959: Lagu resmi menjadi lagu kebangsaan Singapura
1967: Menjadi warga negara Singapura
1987: Wafat di Joo Chiat Place, Singapura
Saiful Bahri: Melodi untuk Malaysia
Saiful Bahri lahir pada 1924 di Payakumbuh, Sumatera Barat. Ia seorang musisi serba bisa: pemain biola, saksofon, konduktor, dan komposer. Bakatnya membawanya merantau ke Malaysia. Di sana, ia menciptakan Negaraku pada 1956, yang resmi menjadi lagu kebangsaan Malaysia pada 31 Agustus 1957.
Selain lagu kebangsaan, Saiful menulis lagu kebangsaan negara bagian seperti Melaka dan Selangor. Ia meninggal pada 26 Desember 1976 di Tokyo, Jepang, dan dimakamkan di Jakarta. Meskipun namanya tidak diabadikan pada jalan atau gedung, karyanya tetap hidup melalui lagu kebangsaan Malaysia.
Timeline Singkat Saiful Bahri
1924: Lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat
1956: Menciptakan Negaraku
1957: Lagu resmi menjadi lagu kebangsaan Malaysia
1976: Wafat di Tokyo, Jepang
Warisan Minangkabau yang Melintasi Batas
Kedua tokoh ini menunjukkan bahwa budaya Minangkabau tidak hanya soal rumah adat dan masakan. Dari Bukittinggi dan Payakumbuh, mereka membawa kreativitas dan semangat Minangkabau ke negara lain. Musik mereka menjadi jembatan lintas batas, menyatukan hati rakyat di Singapura dan Malaysia.