Resep Gulai Itiak Lado Mudo Khas Koto Gadang - Chanelmuslim.com Ngarai Sianok di Bukittinggi adalah salah satu lanskap alam paling menawan di Sumatera Barat. Tebing-tebing tinggi yang diselimuti pepohonan hijau, lembah luas yang dipenuhi sawah, serta udara pegunungan yang sejuk menjadikannya tempat yang selalu dirindukan. Namun, bagi para perantau Minang, daya tarik Ngarai Sianok bukan hanya panorama alamnya, melainkan juga kulinernya yang legendaris—Itik Cabe Ijo.

Mengapa Itik Cabe Ijo Istimewa?

Hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol rasa kampung halaman. Pedas, gurih, dan harum segar cabai hijau berpadu dengan daging itik kampung yang empuk. Setiap suapan seolah menyimpan cerita: tentang dapur Minang yang kaya bumbu, tentang perjuangan perantau yang pulang kampung, dan tentang tradisi yang terus hidup di tengah zaman. Daging itik dikenal lebih liat dibanding ayam. Tidak semua orang bisa mengolahnya agar empuk dan tetap gurih. Di tangan juru masak Minang, itik kampung dimasak dengan teknik khusus: direbus lama dengan rempah, dipanggang sebentar, atau direndam dalam bumbu sebelum diguyur lado mudo (cabai hijau muda). Cabai hijau Minang berbeda dengan cabai hijau di daerah lain. Warnanya segar, aromanya khas, dan rasanya tidak terlalu pedas namun tajam di lidah. Saat ditumis bersama bawang merah, bawang putih, dan sedikit tomat hijau, terciptalah aroma harum yang langsung membangkitkan selera.

Dari Bukittinggi ke Dunia

Sejarah mencatat, popularitas itik cabe ijo berawal dari warung-warung sederhana di Bukittinggi. Letaknya sering kali di jalur wisata, terutama menuju Ngarai Sianok. Para perantau yang mudik biasanya singgah di sana, lalu bercerita kepada teman dan keluarga di tanah rantau. Dari mulut ke mulut, kabar itik cabe ijo menyebar.

Cara Menuju Lokasi

  • Angkot jurusan Panorama – Ngarai (murah, cocok untuk wisatawan lokal).
  • Ojek motor (cepat, fleksibel, bisa berhenti di spot foto).
  • Mobil pribadi/sewaan (paling nyaman untuk rombongan/keluarga).

Jam Buka dan Suasana

Rumah makan buka pukul 09.00 – 21.00. Suasana paling ramai pada jam makan siang (12.00–14.00). Interior sederhana: meja kayu panjang, kursi plastik, dapur semi-terbuka. Suasana hangat khas kampung terasa kuat. Begini Cara Mengolah Itiak Lado Mudo Khas Ngarai Bukittinggi

Dapur yang Terbuka

Pengunjung bisa melihat langsung juru masak mengulek cabai hijau, mengaduk kuali besar berisi daging itik, hingga menata lauk. Bau cabai hijau tumis menyebar ke seluruh ruangan—sebuah pertunjukan kuliner alami.

Wawancara dengan Pemilik

“Dulu ibu saya berjualan di pasar tradisional. Resep itik cabe ijo sudah ada sejak saya kecil. Kami hanya menggunakan itik kampung muda, supaya dagingnya tidak keras. Cabe hijau kami beli langsung dari petani di Ngarai, karena rasanya berbeda dengan cabe di tempat lain. Semua serba alami, tanpa tambahan penyedap buatan.” – Uni Marlis

Menu Lain yang Patut Dicoba

  • Gulai Itiak Lado Hitam
  • Rendang Paru
  • Dendeng Batokok
  • Sayur Daun Singkong

Resep Itik Cabe Ijo ala Ngarai Sianok

Bahan Utama

  • 1 ekor itik kampung muda (±1,5 kg), potong 10 bagian
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 5 cm lengkuas, memarkan
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • Air secukupnya untuk merebus
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu Rebus Itik

  • 6 siung bawang putih
  • 8 butir bawang merah
  • 2 ruas jahe
  • 1 sdm ketumbar sangrai
  • 1 sdt garam

Bumbu Lado Mudo (Sambal Hijau)

  • 250 gr cabai hijau besar
  • 50 gr cabai rawit hijau
  • 8 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 buah tomat hijau
  • 1 ruas jahe
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt gula pasir (opsional)
  • Minyak untuk menumis

Cara Memasak

  1. Rebus Itik: Cuci bersih, rebus dengan bumbu rebus hingga empuk ±1–1,5 jam.
  2. Goreng Ringan (opsional): Goreng sebentar agar wangi.
  3. Membuat Sambal Hijau: Rebus sebentar cabai & tomat, ulek kasar, tumis hingga harum.
  4. Menyatukan Rasa: Masukkan itik, aduk rata, tambahkan daun jeruk, koreksi rasa.
  5. Sajikan: Hidangkan panas dengan nasi putih dan sayur daun singkong.

Tips Dapur Tradisional

  • Gunakan itik kampung muda (6–7 bulan).
  • Pakai cabai hijau segar dari kebun.
  • Masak sambal dalam kuali tanah liat agar aroma lebih alami.
  • Gunakan api kecil agar bumbu meresap sempurna.

Harga dan Paket

Harga seporsi: Rp40.000–Rp50.000 (termasuk nasi & lalapan). Paket rombongan mulai Rp300.000 untuk 6 orang.

Wisata Sekitar Ngarai

  • Taman Panorama & Lobang Jepang
  • Janjang Saribu
  • Benteng Fort de Kock
  • Jam Gadang

Penutup

Itik Cabe Ijo di Ngarai Sianok adalah warisan rasa dan budaya. Sebuah pengalaman kuliner yang menyatukan rasa kampung halaman dengan panorama alam yang tak tertandingi. Mencicipi Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai Sianok | AriefPokto.com  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *